Rabu, 25 April 2012

70 Persen Warga Perancis Menentang Perang Afghanistan

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Perancis menunjukkan bahwa sebagian besar warga Perancis menentang kehadiran militer di Afghanistan.
Jajak pendapat oleh IFOP ini menemukan bahwa 70 persen warga Perancis menentang perang Afghanistan dan menginginkan penarikan segera pasukan dari negara yang dilanda perang tersebut.
Hanya 29 persen responden tidak setuju penarikan pasukan keluar dari wilayah konflik itu, dan hanya 1 persen menyatakan ragu-ragu.
Hal ini terjadi hari setelah kubu oposisi Perancis menarik dukungan bagi penempatan pasukan tambahan ke Afghanistan.
Kubu Sosialis Perancis telah menuduh Presiden Sarkozy mengirimkan pasukan yang dilengkapi dengan senjata di bawah standar sehingga tidak dapat memenangkan "perang pendudukan."
Setidaknya 45 tentara Perancis telah tewas di Afghanistan sejak Perancis bergabung dengan operasi militer pimpinan Amerika di negara ini sembilan tahun yang lalu.

Perkembangan ini juga datang pada saat perang pimpinan Amerika di Afghanistan tampaknya berada pada tahap penting di mana diyakini pejuang Taliban semakin mendapatkan banyak 'kemenangan' pada perang Afghanistan.
Pada tahun 2001 invasi pimpinan Amerika di Afghanistan diluncurkan dengan tujuan resmi membatasi gerak Taliban dan membawa perdamaian dan stabilitas negara yang dilanda konflik tersebut.
Sembilan tahun berlalu, namun Amerika dan para pejabat Afghanistan mengakui bahwa Afghanistan masih tetap tidak stabil di mana warga sipil harus terus membayar harga terberat dengan banyaknya jatuh korban di kalangan mereka.
Situasi keamanan di Afghanistan masih rapuh meskipun kehadiran 150.000 pasukan asing pimpinan Amerika di negara itu.
Menurut angka resmi, lebih dari 2.100 tentara pimpinan AS telah tewas di Afghanistan sejauh ini. Sedangkan angka yang dikeluarkan oleh kantor berita Afghanistan Baakhtar, menyebutkan korban tewas dari tentara asing mendekati angka 4.500.
Meningkatnya jumlah korban pasukan asing di Afghanistan telah menyebabkan kemarahan meluas di AS dan negara-negara anggota NATO, sehingga merusak dukungan publik untuk kelanjutan dari perang Afghanistan

0 comments:

Posting Komentar